Tulang Bawang Barat, (Praduga.id) – Diduga asal jadi pekerjaan Aspal Lapis Penetrasi (Lapen) di Tiyuh Mulya Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), disinyalir jadi syarat penyimpangan dana desa. Kegiatan yang tak bertuan tanpa adanya papan nama kegiatan.
Proyek lapen yang di kerjakan tanpa menggunakan papan nama kegiatan, di duga sebagai trik untuk mengelabui Masyarakat agar tidak bisa memantau besarnya anggaran yang di kucurkan dari Dana Desa (DD), serta sumber anggaran dan volume pada kegiatan tersebut.
Ketua BPT Tiyuh Mulya Jaya Suradi Mengatakan, adanya kegiatan proyek Lapen tersebut belum ada papan nama kegiatan, proyek harus nya sudah di pasang papan nama kegiatan saat di mulai nya pekerjaan yang di dalam memuat jenis kegiatan, pelaksanaan kegiatan, Jangka waktu pekerjaan, besar dan sumber anggaran serta volume kegiatan.
“Memang sebenarnya harus di pasang papan nama kegiatan, agar transparansi. Masyarakat juga dapat mengetahui kegiatan apa, dari mana, berapa anggaran, luas dan sebagainya”, ujarnya. Saat di konfirmasi melalui via WhatsApp. Selasa, 27 Mei 2025.
Imbuhnya ketua BPT, mengenai pembangunan Lapen tersebut kami dari ketua BPT, Wakil BPT dan Bendahara belum mengetahui adanya besaran anggaran di pembagunan Lapen, yang jelas dari pak Kepalo Tiyuh serta aparatur nya pasti mengetahuinya.
“Kalo dari jajaran BPT Tiyuh Mulya Jaya belum mengetahui mengenai anggaran nya berapa, luas, panjang dan mekanisme di proyek tersebut, apalagi ada tidaknya papan nama kegiatan nya mas”, tuturnya.
Disisi lain Juru Tulis Tiyuh Mulya Jaya Taryono menyampaikan, pembagunan Lapen sudah selesai kemarin dengan Anggaran Rp. 226 juta sepanjang 500 meter di suku 05 di tahun 2025. Adanya pekerjaan itu juga ada papan nama kegiatan.
“Untuk pembangunan Lapen itu ada di RK 05 mas, dengan anggaran kurang lebih Rp. 256 juta sepanjang 500 meter mas”, paparnya.
Ia menambahkan, kegiatan Lapen tersebut sudah terselesaikan di tahun ini, serta sudah di cek langsung dari pihak Kejaksaan Negeri Tubaba. Untuk pengerjaan di bawah ia jarang turun kelapangan, jadi kurang paham.
“Pembangunan Lapen sudah selesai mas, sudah di cek juga oleh Kejari Tubaba langsung. Saya jarang turun kelapangan jadi kurang paham mas”, ungkapnya.
Komari selaku RW 05 saat ditemui awak media di kediamannya mengatakan, bahwa pemasangan papan nama kegiatan itu sudah ada dari awal mulai pengerjaan Lapen tersebut. Untuk masalah anggaran kurang memahami, coba tanya pak Carik.
“Kalo soal berapa anggaran nya saya kurang paham mas, coba tanya langsung ke pak Carik”, ucapnya.
Lanjutnya, saat awak media dan Pak Komari selaku RW setempat turun ke proyek tersebut untuk melihat ada tidaknya papan nama kegiatan ternyata tidak ada.
“Awal pemasangan ada disini mas. Saya paku. Tapi sekarang gak ada, mungkin sudah di lepas”, cetusnya.
Saat awak media mencari informasi kepada masyarakat setempat dilingkungan proyek Lapen tersebut, menyampaikan tidak tau apa-apa adanya papan nama kegiatan, proyek darimana, berapa luas dan panjang serta anggaran proyek Lapen tersebut.
“Gak tau kalo soal itu mas. Yang kami tau masyarakat awam. Jalan ini dari Desa, itu saja. Pekerjaan ini kurang lebih 10 harian mas, sudah selesai. Kalo berapa meter, papan nama kegiatan, berapa duitnya kami gak tau apa-apa mas”, lugasnya beberapa masyarakat di lingkungan proyek Lapen tersebut saat di tanyai awak media.
(Ws)
















